Speleostory : Penelusuran Gua Si Aul di Cigudeg, Bogor

sebagai pelengkap tulisan
Penelusur gua sedang mengamati dinding batas banjir gua Si Aul Bogor_Lawalata IPB

Akhir Pekan Lalu (31/08/2019), seorang teman mengajak saya untuk melakukan penelusuran gua (caving). Menyoal tempat, Ia ngikut saja yang terpenting masih daerah Bogor dan gua nya horizontal. Pada akhirnya saya putuskan untuk ke daerah Cigudeg sana untuk melakukan pemetaan gua-gua diluar kawasan wisata gudawang. Kami berdua belum pernah ke Gua yang dimaksud, hanya berbekal petunjuk dari teman dan tanya sana-sini kepada masyarakat sekitar. Itu kali pertamanya saya dan tmn masuk gua Siaul. Saya juga mengajak teman-teman lainya dari Lawalata IPB untuk menelusuri gua.

Awal kedatangan kami ke lokasi sangat pas sekali. Pak Asan pemilik rumah di ujung jalan sedang berada didepan rumahnya. Tidak menunggu lama kami berkenalan dan mengungkapkan maksud tujuan kami. Beliau menyambut baik dan langsung menujukan beberapa mulut gua di sekitar rumahnya termasuk mulut gua Siaul. Selepas tau lokasi mulut gua, beberapa dari kami mengunjungi RT setempat untuk memberitahu sekaligus meminta izin untuk melakukan penelusuran gua di wilayahnya.

Peta Gua Si Aul
Peta gua Si Aul, Cigudeg, Bogor

Gua Siaul secara administratif terletak di Desa Argapura, Kecamatan Cigudeg, Kabupaten Bogor. Lokasi gua ini berada ditengah kebun masyarakat dan mulutnya bersembunyi di dalam semak belukar. Untuk sampai ke Gua Siaul bisa ditempuh dengan berjalan kaki, lokasinya sekitar 200 meter dari rumah warga terakhir. Wilayah sekitarnya dekat dengan Pondok Pesantren Darrujanah.

Karakteristik Gua Siaul merupakan gua dengan lorong horizontal yang didalamnya terdapat aliran sungai bawah tanah. Gua ini memiliki dua cabang lorong dari mulut gua. Di ujung lorong kiri maupun kanan berakhir disebuah sump (lorong terendam air).

Lantai gua didominasi dengan air yang mengalir lamban, kedalamannya semata kaki hingga seperut. Dasarnya merupakan endapan lumpur dan guano. Gua Siaul memilik lorong yang beragam. Penelusur gua akan mendapati atap lorong yg rendah sehingga harus merayap, lorong berair sehingga harus berendam, dan lorong berlumpur.

kondisi lorong gua Si Aul / Dok. Lawalata IPB

Fauna yang hidup di dalam gua Si Aul cukup beragam. yang teramati dan ditemukan seperti seperti Jangkrik gua, Laba-laba, kalacemeti (Stygophrynus sp.), udang, ikan (jenis lele) dan tentunya ratusan Kelelawar yang bertengger di atap dan dinding gua.

Pada musim kering seperti sekarang ini, aliran air didalam gua Siaul cenderung kecil. Karena beberapa lantai gua yang memiliki ketinggian berbeda, terkadang air mengendap tidak mengalir sehingga secara fisik air terlihat keruh karena terendap kotoran kelelawar (guano). Ketika musim penghujan, perlu dipertimbangkan untuk melakukan penelusuran di gua ini karena potensi banjirnya besar.

Jika mengamati secara fisik, batas banjir menapak sampai atap gua. Menurut penuturan masyarakat sekitar pun begitu, ketika banjir air hampir memenuhi lorong gua. Kemudian, jika mempelajari inlet dan outlet air yang berupa sump di ujung lorong. Ketika pasokan air dari inlet sangat besar, sangat memungkinkan air cepat naik memenuhi lorong gua karena akan terjadi penyumbatan diujung lorong sump ditambah beberapa bentukan lorong memiliki atap yang sempit.

oleh karena itu, penelusuran di Gua Si Aul hanya disarankan ketika musim kering. Tentunya sebelum melakukan penelusur, wajib bagi penelusur gua (caver) untuk membuat rencana manajemen penelusuran (caving management plan) seperti tujuan penelusuran, analisis risiko bahaya sampai dengan mempelajari karakteristik dari gua tersebut. Selain fungsinya untuk meminimalisir bahaya dapat terjadi pada penelusur gua, rencana manajemen penelusuran gua juga penting fungsinya untuk meminimalisir dampak bagi kelestarian gua tersebut.

Penulis,
Aziz Fardhani Jaya

Speleostory : Penelusuran Gua Si Aul di Cigudeg, Bogor
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *